• gambar
  • gambar

- SMK Negeri 1 Kelapa merupakan sekolah pertanian pertama yang menjadi LSP P1 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pencarian

Kontak Kami


SMK NEGERI 1 KELAPA

NPSN : 10900601

Jl.Raya Kelapa - Muntok Km 73 Desa Dendang Kec.Kelapa Kab.Bangka Barat 33364


info@smkn1kelapa.sch.id

TLP : 0813 7369 8570


          

Banner

Jajak Pendapat

Pembelajaran daring yang dilakukan SMK Negeri 1 Kelapa selama Covid-19?
Menyenangkan
Biasa Saja
Tidak Menyengakan
  Lihat

Statistik


Total Hits : 48190
Pengunjung : 23684
Hari ini : 57
Hits hari ini : 94
Member Online : 1
IP : 3.237.205.144
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

HIDROPONIK DAN VERTIKULTUR




HIDROPONIK

Hidroponik adalah suatu budidaya menanam dengan mamakai (memanfaatkan) air tanpa memakai tanah dan menekankan penumbuhan kebutuhan nutrisi untuk tanaman. Kebutuhan air pada tanaman hidroponik lebih sedikit dibandingkan kebutuhan air pada budidaya dengan memakai media tanah. Hidroponik memakai air yang lebih efisien, jadi sangat cocok diterapkan pada daerah yang mempunyai pasokan air yang terbatas. Hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah.

Tanaman dimanapun akan tetap tumbuh jika nutrisi (unsur hara) yang di butuhkan selalu tercukupi. Dalam hal tersebut fungsi tabah adalah sebagai penyangga tanaman serta air yang ada ialah pelarut nutrisi, dan selanjutnya dapat diserap oleh tanaman. Pola pikir itulah yang pada akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, dimana yang ditekankan ialah pemenuhan kebutuhan pada nutrisi tanaman.

Teknik hidroponik banyak dilakukan dengan skala yang kecil untuk hobi di kalangan masyarakat di Indonesia. Dalam pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidaakan dalam skala usaha komersial haruslah lebih diperhatikan, sebab tidak semua hasil pertanian memiliki nilai yang ekonomis.

CARA PENANAMAN HIDROPONIK

  1. Pembibitan
    Sangat disarankan untuk menggunakan bibit hibrida supaya mutu buah/sayur yang dihasilkan cukup optomal
  2. Penyemaian
    Penyemeaian sistem hidroponik bisa menggunakan bak dari kayu atau plastik. Bak tersebut berisi campuran pasir yang sudah diayak halus, sekam bakar, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Semua bahan tersebut dicampur rata dan dimasukkan ke dalam bak. Masukkan biji tanaman dengan jarak 1×1,5 cm. Tutup tisue/karung/kain yang telah dibasahi supaya kondisi tetap lembab. Lakukan penyiraman hanya pada saat media tanam mulai kelihatan kering. Buka penutup setelah biji berubah menjadi kecambah. Pindahkan ke tempat penanaman yang lebih besar bila pada bibit telah tumbuh minimal 2 lembar daun.
  3. Persiapan media tanam
    Syarat media tanam untuk hidroponik adalah mampu menyerap dan menghantarkan air, tidak mudah busuk, tidak mempengaruhi pH, steril, dll. Media tanam yang bisa digunakan dapat berupa gambut, sabut kelapa, sekam bakar, rockwool (serabut bebatuan). Kemudian isi kantung plastik, polibag, pot plastik, karung plastik, atau bantalan plastik dengan media tanam yang sudah disiapkan. Pembuatan green house. bercocok tanam secara hidroponik mutlak membutuhkan green house.
  4. Pupuk
    Karena media tanam pada sistem hidroponik hanya berfungsi sebagai pegangan akar dan perantara larutan nutrisi, untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikro perlu pemupukan dalam bentuk larutan yang disiramkan ke media tanam
    Kebutuhan pupuk pada sistem hidroponik sama dengan kebutuhan pupuk pada penanaman sistem konvensional
  5. Perawatan tanaman
    Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma, penyemprotan pupuk daun

Adapun contoh tanaman hidroponik yaitu, tanaman selada, tomat, mentimun, bawang merah,kangkung, paprika, bayam, strawberry

VERTIKULTUR

Vertical sendiri memiliki arti berdiri, sedangkan culture artinya budaya. Kedua kata ini berasal dari bahasa Inggris. Istilah ini mengacu pada budidaya tanaman atau cara berkebun dengan media tanam bertingkat yang disusun secara vertikal. Media tanam yang dipakai umumnya adalah campuran tanah gembur dan pupuk. Sedangkan untuk wadah, Anda bisa menggunakan botol bekas, pot, rak gantung, dan lain sebagainya. Pada intinya, seluruh tanaman nantinya disusun secara vertikal supaya tidak memakan banyak ruang

Tujuan dari vertikultur adalah menyiasati lahan sempit di wilayah perkotaan. Sehingga orang yang tak punya lahan atau tanah pun tetap bisa produktif di bidang pertanian. 

Selain itu, vertikultur juga menjadi salah satu upaya penghijauan dan penyegaran karena tanaman hijau mampu menghasilkan oksigen. Selain kedua tujuan yang sudah disebutkan di atas, vertikultur juga merupakan salah satu cara untuk mencintai lingkungan. Gunakan barang-barang bekas seperti botol air mineral, kaleng susu, dan berbagai wadah bekas lainnya untuk menanam.

Contoh tanaman vertikultur yaitu tanaman sawi, selada, dan kemangi




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas