• gambar
  • gambar

- SMK Negeri 1 Kelapa merupakan sekolah pertanian pertama yang menjadi LSP P1 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pencarian

Kontak Kami


SMK NEGERI 1 KELAPA

NPSN : 10900601

Jl.Raya Kelapa - Muntok Km 73 Desa Dendang Kec.Kelapa Kab.Bangka Barat 33364


info@smkn1kelapa.sch.id

TLP : 0813 7369 8570


          

Banner

Jajak Pendapat

Pembelajaran daring yang dilakukan SMK Negeri 1 Kelapa selama Covid-19?
Menyenangkan
Biasa Saja
Tidak Menyengakan
  Lihat

Statistik


Total Hits : 33653
Pengunjung : 16095
Hari ini : 8
Hits hari ini : 86
Member Online : 1
IP : 3.237.71.23
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Hujan di penghujung hari Desember, oleh: Adinda Mutiara Gumay, Siswi Kelas XI MM




Desember adalah bulan terakhir di setiap tahun di bulan ini sering terjadi hujan dan aku suka hujan. nama ku yessatiani biasa dipanggil yessa aku duduk di bangku sekolah menengah atas dan bulan Desember bulan favorit ku karena di salah satu hari dibulan tersebut adalah hari kelahiran ku dan dibulan tersebut sering turun keberkahan karena sering hujan, Ya menurut ku hujan itu adalah berkah yang diturunkan tuhan untuk manusia.

Aku sangat senang ketika melihat hujan di sekolah,dijalanan di rumah dan dimana pun itu dan juga pada saat melihat hujan aku sangat lah antusias dan bersemangat. Biasanya kewajiban ku adalah harus menyentuh air hujan dari kecil, walaupun itu sedikit dan apabila di sekolah aku pasti selalu menyempatkan untuk menadah kedua tangan ku diluar jendela kelas ku sampai-sampai lengan baju ku basah dan dimarahi guru yang mengajar karena buku tulis ku basah dan aku hanya membalas dengan senyuman.

Namun semua hal itu menjadi tampak menakutkan ketika hal buruk satu persatu menimpa keluarga ku dimulai pada saat hujan di pertengahan Juli yang tak biasa nya sering terjadi hujan yang memakai waktu berhari- hari. Sebelumnya Ayahku seorang pegawai negeri sipil dan ibu ku adalah ibu rumah tangga aku 2 bersaudara dan aku adalah anak sulung. waktu itu dimulai sejak ayahku sering pergi malam-malam katanya mendadak keluar kota karena ada urusan pekerjaan hal itu sering terjadi dari berapa bulan yang lalu dan entah apa yang ayahku telah perbuat disana kami tidak tau semua namun tiba suatu malam ibu ku memergoki ayahku sedang berkencan dengan wanita lain lalu ibu menangis sejadi-jadinya sewaktu pulang menyusul ayah katanya dengan keadaan baju yang basah karena hujan dan aku terkejut lalu aku pun mencoba menanyakan hal itu ke ibu. Berita itu sangat membuat ku hampir jatuh dan aku  ikut menangis sejadi-jadinya dipelukan ibu sambil menguatkan ibu, dan malam itu ayah memutuskan untuk menceraikan ibu dan meninggalkan kami semua tanpa mengucapkan kata pamit.

Dari situ aku mulai berpikir kalau hujan ini pertanda tak bagus karenanya ibu ku harus ke kantor ayah ku karena ingin menghantarkan makanan dan melihat hal bodoh yang ayah ku telah perbuat.Keesokan harinya pada saat bangun tidur hari sedang hujan dan aku lihat ibu tak membangun tidurku untuk pergi sekolah lalu aku membiarkan nya karena pikir ku ibu sedang pergi dan tak ingin diganggu.

 

Hal itu selalu terjadi selama 3 hari ini dan entah mengapa disetiap paginya selalu diawali dengan hujan dan sikap ibu tak berubah karena semakin hari ia semakin dingin dan banyak diamnya. Dan tiba-tiba di hari ke 4 aku melihat ibu tergeletak di dapur dengan sekujur darah aku menangis berteriak lalu mencoba membangunkan ibu dan keluar rumah untuk meminta tolong kepada tetangga dengan keadaan hujan lebat. Aku syok karena melihat mayat ibuku didepan mata ku dan di hari ke 5 ibu ku dimakamkan entah mengapa waktu hujan tak lebat hanya hujan rintik-rintik aku menangis sehebat di pemakaman ibu ku dan adik ku pun ikut menangis melihat ku menangis karena ia tak mengerti dan masih kecil untuk memahami ini semua.

 

Dan semenjak itu pada saat hujan aku selalu takut menatap keluar aku merasa akan banyak hal buruk yang terjadi ketika aku melihat hujan aku selalu berusaha untuk melupakan nya namun ketika hujan hal itu selalu teringat dan tiba waktunya bulan yang aku takuti adalah Desember karena di bulan itu pasti banyak hujan turun. Pada saat hari pertama di bulan Desember aku tak keluar rumah untungnya aku tinggal sendiri semenjak ibu ku meninggal adik ku diasuh oleh adik ibu ku dan aku tinggal sendiri kebetulan juga bulan ini aku tak sekolah yah karena memang libur sekolah.

dua Minggu telah berlalu dan aku hanya keluar rumah pada saat tidak hujan selama hujan aku hanya berkurung di kamar menahan ketakutan  sambil membaca buku dan entah mengapa disaat pertengahan minggu ke 2 semangat ku mulai tumbuh ketika aku membaca kisah buku inspiratif yang  sangat menyentuh yang mengisahkan bahwa ketika kita ditinggal kan oleh seseorang yang kita sayangi kita tidak boleh meratapi kesedihan dan harus fokus untuk menjalankan masa depan dan sejak itu aku mulai mencoba memberanikan diri melihat keluar namun aku tetap tak bisa alhasil di Minggu 3 aku tetap sama dan aku coba membaca buku-buku bekas ibuku yang isinya banyak motivasi dan pada Minggu ke 4 sedikit-sedikit aku mulai berani untuk mengintai tirai jendela kamar ku disana aku melihat banyak anak-anak yang mandi hujan dan semakin lama hujan semakin banyak anak-anak yang keluar  rumah untuk mandi dengan berlari-larian dan bergembira tepat di penghujung hari Desember aku baru berani membukakan sepenuhnya tirai jendela kamar ku dan aku lihat banyak saja anak-anak mandi hujan lalu aku pun histeris dan langsung membukakan pintu  rumah dan ikut mandi bermain bersama mereka bergembira bersama dan tertawa terbahak-bahak hingga hujan selesai dan semenjak hari itu aku mulai menyukai hujan lagi..




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas